Pemberantasan

Pencegahan & Pemberdayaan Masyarakat

Terkini







Selasa, 2 April 2019

Press Release BNN Kota bengkulu

Selasa, 2 April 2019, BNN Kota Bengkulu telah melaksanakan Press Release terkait telah ditangkapnya salah seorang pengedar narkotika gol. 1 jenis shabu yang merupakan jaringan Lapas Kelas IIA Bengkulu.Kepala BNN Kota Bengkulu AKBP Alexander S. Soeki, S.Sos menerangkan bahwa upaya penangkapan terhadap pelaku pada hari Kamis, 14 Maret 2019 sekitar jam 20.45 Wib bertempat di Jalan Pariwisata Pantai Panjang Kota Bengkulu (belakang Grage Hotel) oleh Tim Pemberantas BNN Kota ini merupakan hasil penyelidikan yang telah dilakukan selama lebih kurang satu bulan ini.Pelaku merupakan seorang ibu muda berinisial "VM" (23 tahun) berikut barang bukti satu bungkusan kantong plastik berisi Narkotika golongan 1 jenis Shabu dan mengakui bahwa dirinya mendapatkan barang dimaksud dari seseorang berinisial "JK" (37 tahun) yang berstatus warga binaan Lapas Kelas IIA Bentiring Kota Bengkulu dan setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut kepemilikan narkotika juga melibatkan sdr "IS" (39 tahun), yang juga merupakan napi Lapas kelas II A Bengkulu. Kemudian dilakukan penggeledahan dikediaman sdri "VM" simpang kandis Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu tim Pemberantasan BNN Kota Bengkulu kembali menemukan barang bukti tambahan berupa 12 paket yang terdiri dari 7 paket besar dan 5  paket kecil berisikan Narkotika Gol. 1 jenis shabu seberat 7,07 gram, timbangan digital alat penghisap shabu (bong), plastik kecil berbagai ukuran, buku catatan penjualan narkotika dan perlengkapan lain yang diduga terkait dengan peredaran narkotika dimaksud, sehingga total BB narkotika jenis shabu sebanyak 55,43 gram.Selain Narkotika ikut diamankan juga 1 unit sepeda motor Scoopy, 3 Unit Handphone, 1 buah kartu ATM BCA saat dilakukan penangkapan di TKP.Ke 3 Tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Sub Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman maksimal seumur hidup.Press Release kali ini dihadiri oleh Wakil Walikota Bengkulu Bpk Dedi Wahyudi, SE, Ketua Pengadilan Negeri Bengkulu Bpk. Irfanudin, SH. MH, Staf Ahli Walikota Bengkulu  Bpk. Toni Alpian, M.Si, Mewakili Kejari Bengkulu Desi Azisordi, SH, KBO Sat Narkoba Polres Bengkulu Ipda. Syaiful Ahmadi, Mewakili Ketua penggadaian Riza Pernus, Ketua LSM GANS Bengkulu Ibu. Yusnaini, Ketua LSM PUPAN Bengkulu Novita Wira Utami, Ketua LBH Bengkulu Mewakili Panca Darmawan. SH. MH, Imam Mesjid Al Hasymi P. Dewa Bpk. Syaifulah dan Ketua RT 43 RW 08 P. Dewa Pesdi Alvian. Dalam kesempatan ini Wakil Walikota Bengkulu Dedi Wahyudi, SE, MM. menyampaikan kepada seluruh komponen lapisan masyarakat Kota Bengkulu untuk berperan aktif memberantas peredaran narkoba dan membentengi diri dari narkoba dengan meningkatkan keimanan kepada Allah Tuhan yang maha esa. Dengan demikian generasi muda Indonesia khususnya Kota Bengkulu dapat terbebas dari kondisi darurat narkoba dan akan tercipta generasi sehat, generasi yang bebas dari narkoba.Sebagai penutup AKBP Alexander S.Soeki, S.Sos mengajak semua pihak untuk bersinergisitas dan bersama-sama dalam menjaga Kota bengkulu ini dari Peredaran Gelap Narkotika.Selanjutnya setelah Press Release dilanjutkan dengan pemusnahan barang bukti narkotika, Kepala BNN Kota Bengkulu bersama Wakil Walikota dan Ketua Pengadilan Bengkulu memasukkan Narkotika Gol. 1 Jenis Shabu ke dalam blender yang di campur dengan detergen dan dilarutkan dengan air. Larutan Shabu tersebut lalu di kubur ke dalam tanah. 




Selasa, 18 Juni 2019

RAPAT PERSIAPAN UPACARA PERINGATAN HARI ANTI NARKOTIKA INTERNASIONAL (HANI) 2019

BNN KOTA BENGKULU - Hari Selasa, 18 Juni 2019 BNN Kota Bengkulu bersama Pemerintah Kota Bengkulu melaksanakan Rapat Persiapan Upacara Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2019 di Ruang Rapat BNN Kota Bengkulu yang diikuti oleh 26 peserta yang merupakan perwakilan dari OPD terkait.Kepala BNN Kota Bengkulu, Alexander S Soeki, S.Sos menyampaikan sambutan dan membuka acara secara resmi. Dalam sambutannya, Kepala BNN Kota Bengkulu mengucapkan terimakasih atas partisipasi seluruh peserta rapat serta mengajak semua OPD terkait untuk bekerjasama dalam mensukseskan kegiatan Upacara Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2019 dan rangkaian acara pasca HANI 2019 nanti. setelah itu acara dilanjutkan dengan Rapat Persiapan Upacara Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2019 yang dipimpin oleh Kepala Kesbangpol Kota Bengkulu (Riduan, SIP.,M.Si).Hasil kegiatan Rapat Persiapan Upacara Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2019 di Ruang Rapat BNN Kota Bengkulu ;

  1. Inspektur Upacara : Walikota Bengkulu
  2. Cadangan Inspektur Upacara : Wakil Walikota Bengkulu
  3. Perwira Upacara : Kepala BNN Kota Bengkulu
  4. Cadangan Perwira Upacara : Kepala Kesbangpol Kota Bengkulu
  5. Komandan Upacara : Kodim 0407 Bengkulu
  6. Cadangan Komandan Upacara : Kodim 0407 Bengkulu
  7. Paduan Suara : Dinas Pendidikan (SMPN 1 Bengkulu)
  8. Pembawa Acara (MC) : Bagian Protokol
  9. Tim Medis : Dinas Kesehatan Kota
  10. Kebersihan : Dinas Lingkungan Hidup
  11. Sound System : BNN Kota Bengkulu
  12. Naskah Pidato : BNN Kota Bengkulu
  13. Podium Upacara : Bagian Umum dan BNN Kota Bengkulu
  14. Antisipasi Bahaya Kebakaran : Dinas Pemadam Kebakaran
  15. Keamanan : Polres Bengkulu, Satpolpp Kota Bengkulu dan Dinas Perhubungan Kota Bengkulu
  16. Pembaca Do’a : Kementrian Agama
  17. Cadangan Pembaca Do’a : Bagian Kesos
  • Gladi Bersih Dilaksanakan Pada :
Hari                   :  SelasaTanggal             :   25 Juni 2019Waktu               :   07.30 WIB s/d SelesaiTempat             :  Lapangan Kantor Walikota Bengkulu
  • Upacara Dilaksanakan Pada :
Hari                   : RabuTanggal             : 26 Juni 2019Waktu               : 07.30 WIB s/d SelesaiTempat              : Lapangan Kantor Walikota BengkuluKegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar.  [ed:sht]


Selasa, 16 April 2019

Tekan Penyalahgunaan Narkotika, BNN Kota Bengkulu Sambangi Pengadilan Negeri Bengkulu

Senin, 15 April 2019 BNN Kota Bengkulu melakukan Koordinasi Dalam Rangka Pelaksanaan Advokasi Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba ke Pengadilan Negeri/ PHI/ Tipikor Bengkulu. Dalam kegiatan ini, Tim bertemu langsung dengan Wakil Kepala Pengadilan Negeri Bengkulu Bapak Maralo Simamora, SH,MH yang didampingi Ibu Misriyawati, SH selaku Sekretaris, Ibu Novriyani Dewi , ST selaku Kasubbag Kepegawaian. Petugas menyampaikan perihal Inpres No. 6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional (RAN) Pencegahan Dan Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkotika Dan Prekursor Narkotika (P4GN) serta SE Sekretaris Mahkamah Agung No. 03 Tahun 2019 tentang P4GN dan Prekursor Narkotika yang di sambut baik dan positif oleh Pengadilan Negeri Bengkulu dan akan melakukan langkah-langkah preventif seperti akan bekerjasama dengan BNN Kota Bengkulu untuk Melakukan sosialisasi P4GN melalui media informasi, Melakukan pemeriksaan narkoba/ tes urin kepada seluruh aparatur Pengadilan Negeri/ PHI/ Tipikor Bengkulu, serta akan Membentuk Satgas/ Relawan Anti Narkoba dilingkungan Pengadilan Negeri/ PHI/ Tipikor Bengkulu. BNN Kota Bengkulu berharap kedepan bukan hanya Pengadilan  Negeri Bengkulu yang ikut berperan serta, tetapi seluruh lintas sektoral yang ada di wilayah Kota bengkulu ikut serta dalam menekan penyalahgunaan narkotika dan memberantas peredaran narkotika khususnya di wilayah Kota Bengkulu.(p2m)


Terkini


Selasa, 2 April 2019

Press Release BNN Kota bengkulu

Dalam Press Release hari Selasa, 2 April 2019, Kepala BNN Kota Bengkulu AKBP Alexander S. Soeki, S.Sos menjelaskan Badan Narkotika Nasional Kota Bengkulu sebagai lembaga negara yang bertugas melaksanakan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) telah diberikan kewenangan melaksanakan berbagai upaya untuk menahan laju prevalensi penyalahgunaan narkotika khususnya di wilayah Kota Bengkulu. Sementara terkait dengan upaya pengungkapan terhadap jaringan khususnya pada aspek supply reduction, Seksi Pemberantasan BNN Kota Bengkulu juga secara terus-menerus melakukan pemetaan dan penyelidikan terhadap beberapa jaringan pelaku pengedar/ bandar narkotika yang beroperasi di wilayah hukum BNN Kota Bengkulu.AKBP Alexander S. Soeki, S.Sos yang biasa di panggil dengan sapaan akrab Bang Alex menerangkan Pengungkapan dan penangkapan terhadap pelaku pengedar narkotika ini tak luput dari hasil kerja keras Tim Pemberantasan BNN Kota Bengkulu yang melakukan penyelidikan terhadap aktivitas target yang dilakukan selama hampir satu bulan ini, dan akhirnya pada hari Kamis, 14 Maret 2019 sekitar jam 20.45 Wib bertempat di Jalan Pariwisata Pantai Panjang Kota Bengkulu (belakang Grage Hotel) Tim Pemberantas BNN Kota bengkulu berhasil melakukan penyergapan dan mengamankan seorang perempuan berinisial "VM" (23 tahun) berikut barang bukti satu bungkusan kantong plastik berisi Narkotika golongan I jenis Shabu yang kemudian di bawa ke kantor BNN Kota Bengkulu untuk dilakukan introgasi dan pengembangan, dari pengembangan tersangka "VM" diperoleh informasi bahwa dirinya tidak bekerja sendiri dan barang yang dalam penguasaannya adalah milik dua orang berinisial "JK" (37 tahun) dan "IS" (39 tahun), dan "VM" juga mengakui masih ada barang bukti narkotika lainnya dikediamannya, tidak ingin membuang waktu Tim Pemberantasan BNN Kota bengkulu yang dipimpin langsung Kepala BNN Kota Bengkulu AKBP Alexander S. Soeki S.Sos dan Plt. Kasi Pemberantasan Aiptu M. Azim, SM bersama Personil Pemberantasan langsung melakukan penggeledahan ke kediaman "VM" yang berada tidak jauh dari simpang kandis Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu dan ditemukan bungkusan-bungkusan kecil paket shabu siap edar. sehingga dari hasil penangkapan dan penggeledahan tsb diamankan  barang bukti  berupa, satu bungkus kantong Plastik warna putih yang didalamnya berisi satu bungkus plastik bening  berisikan Narkotika Gol. 1 jenis shabu seberat 48,36 gram, 12 bungkus Plastik klip bening yang terdiri dari 7  paket besar dan 5  paket kecil berisikan Narkotika Gol. 1 jenis shabu seberat 7,07 gram, selain Narkotika ikut diamankan 1 unit sepeda motor Scoopy, 3 Unit Handphone, 1 buah kartu ATM BCA, 1 buah timbangan digital, 1  buah buku agenda berisi catatan transaksi Narkotika dan Bungkusan plastik klip bening berbagai ukuran. Ke 3 Tersangka dapat dikenakan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Sub Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman maksimal seumur hidup.Selanjutnya Kepala BNN Kota Bengkulu AKBP Alexander S. Soeki, S.Sos dalam Press Release ini yang di hadiri Bapak Wakil Walikota Bengkulu Dedi Wahyudi beserta lintas Sektoral Kota bengkulu juga  memberikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini telah bekerja sama secara efektif dalam melakukan pencegahan, rehabilitasi dan pengungkapan peredaran gelap narkotika. Mengatasi peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba adalah tanggung jawab bersama, perlu komitmen dan kerjasama yang kuat dari seluruh komponen masyarakat guna bersinergi untuk menyatukan kekuatan dalam menghadapi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Dalam kesempatan ini juga Bapak Wakil Walikota menghimbau seluruh komponen lapisan masyarakat Kota Bengkulu untuk berperan aktif memberantas peredaran narkoba dan membentengi diri dari narkoba dengan meningkatkan keimanan kepada Allah Tuhan yang maha esa. Dengan demikian generasi muda Indonesia khususnya Kota Bengkulu dapat terbebas dari kondisi darurat narkoba dan akan tercipta generasi sehat, generasi yang bebas dari narkoba.


Selasa, 2 April 2019

Press Release BNN Kota bengkulu

Dalam Press Release hari Selasa, 2 April 2019, Kepala BNN Kota Bengkulu AKBP Alexander S. Soeki, S.Sos menjelaskan Badan Narkotika Nasional Kota Bengkulu sebagai lembaga negara yang bertugas melaksanakan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) telah diberikan kewenangan melaksanakan berbagai upaya untuk menahan laju prevalensi penyalahgunaan narkotika khususnya di wilayah Kota Bengkulu. Sementara terkait dengan upaya pengungkapan terhadap jaringan khususnya pada aspek supply reduction, Seksi Pemberantasan BNN Kota Bengkulu juga secara terus-menerus melakukan pemetaan dan penyelidikan terhadap beberapa jaringan pelaku pengedar/ bandar narkotika yang beroperasi di wilayah hukum BNN Kota Bengkulu.AKBP Alexander S. Soeki, S.Sos yang biasa di panggil dengan sapaan akrab Bang Alex menerangkan Pengungkapan dan penangkapan terhadap pelaku pengedar narkotika ini tak luput dari hasil kerja keras Tim Pemberantasan BNN Kota Bengkulu yang melakukan penyelidikan terhadap aktivitas target yang dilakukan selama hampir satu bulan ini, dan akhirnya pada hari Kamis, 14 Maret 2019 sekitar jam 20.45 Wib bertempat di Jalan Pariwisata Pantai Panjang Kota Bengkulu (belakang Grage Hotel) Tim Pemberantas BNN Kota bengkulu berhasil melakukan penyergapan dan mengamankan seorang perempuan berinisial "VM" (23 tahun) berikut barang bukti satu bungkusan kantong plastik berisi Narkotika golongan I jenis Shabu yang kemudian di bawa ke kantor BNN Kota Bengkulu untuk dilakukan introgasi dan pengembangan, dari pengembangan tersangka "VM" diperoleh informasi bahwa dirinya tidak bekerja sendiri dan barang yang dalam penguasaannya adalah milik dua orang berinisial "JK" (37 tahun) dan "IS" (39 tahun), dan "VM" juga mengakui masih ada barang bukti narkotika lainnya dikediamannya, tidak ingin membuang waktu Tim Pemberantasan BNN Kota bengkulu yang dipimpin langsung Kepala BNN Kota Bengkulu AKBP Alexander S. Soeki S.Sos dan Plt. Kasi Pemberantasan Aiptu M. Azim, SM bersama Personil Pemberantasan langsung melakukan penggeledahan ke kediaman "VM" yang berada tidak jauh dari simpang kandis Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu dan ditemukan bungkusan-bungkusan kecil paket shabu siap edar. sehingga dari hasil penangkapan dan penggeledahan tsb diamankan  barang bukti  berupa, satu bungkus kantong Plastik warna putih yang didalamnya berisi satu bungkus plastik bening  berisikan Narkotika Gol. 1 jenis shabu seberat 48,36 gram, 12 bungkus Plastik klip bening yang terdiri dari 7  paket besar dan 5  paket kecil berisikan Narkotika Gol. 1 jenis shabu seberat 7,07 gram, selain Narkotika ikut diamankan 1 unit sepeda motor Scoopy, 3 Unit Handphone, 1 buah kartu ATM BCA, 1 buah timbangan digital, 1  buah buku agenda berisi catatan transaksi Narkotika dan Bungkusan plastik klip bening berbagai ukuran. Ke 3 Tersangka dapat dikenakan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Sub Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman maksimal seumur hidup.Selanjutnya Kepala BNN Kota Bengkulu AKBP Alexander S. Soeki, S.Sos dalam Press Release ini yang di hadiri Bapak Wakil Walikota Bengkulu Dedi Wahyudi beserta lintas Sektoral Kota bengkulu juga  memberikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini telah bekerja sama secara efektif dalam melakukan pencegahan, rehabilitasi dan pengungkapan peredaran gelap narkotika. Mengatasi peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba adalah tanggung jawab bersama, perlu komitmen dan kerjasama yang kuat dari seluruh komponen masyarakat guna bersinergi untuk menyatukan kekuatan dalam menghadapi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Dalam kesempatan ini juga Bapak Wakil Walikota menghimbau seluruh komponen lapisan masyarakat Kota Bengkulu untuk berperan aktif memberantas peredaran narkoba dan membentengi diri dari narkoba dengan meningkatkan keimanan kepada Allah Tuhan yang maha esa. Dengan demikian generasi muda Indonesia khususnya Kota Bengkulu dapat terbebas dari kondisi darurat narkoba dan akan tercipta generasi sehat, generasi yang bebas dari narkoba.


Rabu, 12 Juni 2019

Narkoba Itu Berbahaya, Ingat..!! Jangan Pernah Coba-coba

Saat ini bahaya dan dampak narkoba atau narkotika dan obat-obatan pada kehidupan dan kesehatan pecandu dan keluarganya semakin meresahkan.Bagai dua sisi mata uang narkoba menjadi zat yang bisa memberikan manfaat dan juga merusak kesehatan. Seperti yang sudah diketahui, ada beberapa jenis obat-obatan yang termasuk ke dalam jenis narkoba yang digunakan untuk proses penyembuhan karena efeknya yang bisa menenangkan. Namun jika dipakai dalam dosis yang berlebih, bisa menyebabkan kecanduan. Penyalahgunaan ini mulanya karena si pemakai merasakan efek yang menyenangkan.Dari sinilah muncul keinginan untuk terus menggunakan agar bisa mendapatkan ketenangan yang bersifat halusinasi. Meski dampak narkoba sudah diketahui oleh banyak orang, tetap saja tidak mengurangi jumlah pemakainya.Bahaya narkoba hingga menjadi kecanduan tersebut memang bisa disembuhkan, namun akan lebih baik jika berhenti menggunakannya sesegera mungkin atau tidak memakai sama sekali.

Pengertian Narkoba

Narkotika adalah zat atau obat baik yang bersifat alamiah, sintetis, maupun semi sintetis yang menimbulkan efek penurunan kesadaran, halusinasi, serta daya rangsang.Sementara menurut UU Narkotika pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa narkotika merupakan zat buatan atau pun yang berasal dari tanaman yang memberikan efek halusinasi, menurunnya kesadaran, serta menyebabkan kecanduan.Obat-obatan tersebut dapat menimbulkan kecanduan jika pemakaiannya berlebihan. Pemanfaatan dari zat-zat itu adalah sebagai obat penghilang nyeri serta memberikan ketenangan. Penyalahgunaannya bisa terkena sanksi hukum. Untuk mengetahui apa saja jenis dan bahaya narkoba bagi kesehatan, simak ulasannya berikut ini.

Jenis-jenis Narkoba (Narkotika dan Obat-obatan)

Kandungan yang terdapat pada narkoba tersebut memang bisa memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan jika disalahgunakan. Menurut UU tentang Narkotika, jenisnya dibagi menjadi menjadi 3 golongan berdasarkan pada risiko ketergantungan.

Narkotika Golongan 1

Narkotika golongan 1 seperti ganja, opium, dan tanaman koka sangat berbahaya jika dikonsumsi karena beresiko tinggi menimbulkan efek kecanduan.

Narkotika Golongan 2

Sementara narkotika golongan 2 bisa dimanfaatkan untuk pengobatan asalkan sesuai dengan resep dokter. Jenis dari golongan ini kurang lebih ada 85 jenis, beberapa diantaranya seperti Morfin, Alfaprodina, dan lain-lain. Golongan 2 juga berpotensi tinggi menimbulkan ketergantungan.

Narkotika Golongan 3

Dan yang terakhir, narkotika golongan 3 memiliki risiko ketergantungan yang cukup ringan dan banyak dimanfaatkan untuk pengobatan serta terapi.Seperti yang sudah disebutkan di atas, ada beberapa jenis narkoba yang bisa didapatkan secara alami namun ada juga yang dibuat melalui proses kimia. Jika berdasarkan pada bahan pembuatnya, jenis-jenis narkotika tersebut di antaranya adalah:

Narkotika Jenis Sintetis

Jenis yang satu ini didapatkan dari proses pengolahan yang rumit. Golongan ini sering dimanfaatkan untuk keperluan pengobatan dan juga penelitian. Contoh dari narkotika yang bersifat sintetis seperti Amfetamin, Metadon, Deksamfetamin, dan sebagainya.

Narkotika Jenis Semi Sintetis

Pengolahan menggunakan bahan utama berupa narkotika alami yang kemudian diisolasi dengan cara diekstraksi atau memakai proses lainnya. Contohnya adalah Morfin, Heroin, Kodein, dan lain-lain.

Narkotika Jenis Alami

Ganja dan Koka menjadi contoh dari Narkotika yang bersifat alami dan langsung bisa digunakan melalui proses sederhana. Karena kandungannya yang masih kuat, zat tersebut tidak diperbolehkan untuk dijadikan obat. Bahaya narkoba ini sangat tinggi dan bisa menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan jika disalahgunakan. Salah satu akibat fatalnya adalah kematian.

Bahaya dan Dampak Narkoba pada Hidup dan Kesehatan

Peredaran dan dampak narkoba saat ini sudah sangat meresahkan. Mudahnya mendapat bahan berbahaya tersebut membuat penggunanya semakin meningkat. Tak kenal jenis kelamin dan usia, semua orang berisiko mengalami kecanduan jika sudah mencicipi zat berbahaya ini.Meski ada beberapa jenis yang diperbolehkan dipakai untuk keperluan pengobatan, namun tetap saja harus mendapatkan pengawasan ketat dari dokter. Ada banyak bahaya narkoba bagi hidup dan kesehatan, di antaranya adalah:

Dehidrasi

Penyalahgunaan zat tersebut bisa menyebabkan keseimbangan elektrolit berkurang. Akibatnya badan kekurangan cairan. Jika efek ini terus terjadi, tubuh akan kejang-kejang, muncul halusinasi, perilaku lebih agresif, dan rasa sesak pada bagian dada. Jangka panjang dari dampak dehidrasi ini dapat menyebabkan kerusakan pada otak.

Halusinasi

Halusinasi menjadi salah satu efek yang sering dialami oleh pengguna narkoba seperti ganja. Tidak hanya itu saja, dalam dosis berlebih juga bisa menyebabkan muntah, mual, rasa takut yang berlebih, serta gangguan kecemasan. Apabila pemakaian berlangsung lama, bisa mengakibatkan dampak yang lebih buruk seperti gangguan mental, depresi, serta kecemasan terus-menerus.

Menurunnya Tingkat Kesadaran

Pemakai yang menggunakan obat-obatan tersebut dalam dosis yang berlebih, efeknya justru membuat tubuh terlalu rileks sehingga kesadaran berkurang drastis. Beberapa kasus si pemakai tidur terus dan tidak bangun-bangun. Hilangnya kesadaran tersebut membuat koordinasi tubuh terganggu, sering bingung, dan terjadi perubahan perilaku. Dampak narkoba yang cukup berisiko tinggi adalah hilangnya ingatan sehingga sulit mengenali lingkungan sekitar.

Kematian

Dampak narkoba yang paling buruk terjadi jika si pemakai menggunakan obat-obatan tersebut dalam dosis yang tinggi atau yang dikenal dengan overdosis. Pemakaian sabu-sabu, opium, dan kokain bisa menyebabkan tubuh kejang-kejang dan jika dibiarkan dapat menimbulkan kematian. Inilah akibat fatal yang harus dihadapi jika sampai kecanduan narkotika, nyawa menjadi taruhannya.

Gangguan Kualitas Hidup

Bahaya narkoba bukan hanya berdampak buruk bagi kondisi tubuh, penggunaan obat-obatan tersebut juga bisa mempengaruhi kualitas hidup misalnya susah berkonsentrasi saat bekerja, mengalami masalah keuangan, hingga harus berurusan dengan pihak kepolisian jika terbukti melanggar hukum.Pemakaian zat-zat narkotika hanya diperbolehkan untuk kepentingan medis sesuai dengan pengawasan dokter dan juga untuk keperluan penelitian. Selebihnya, obat-obatan tersebut tidak memberikan dampak positif bagi tubuh. Yang ada, kualitas hidup menjadi terganggu, relasi dengan keluarga kacau, kesehatan menurun, dan yang paling buruk adalah menyebabkan kematian. Karena itu, jangan coba-coba memakai barang berbahaya tersebut karena resikonya sangat tinggi bagi hidup dan kesehatan.Sumber: bnn.go.id


Rabu, 12 Juni 2019

Narkoba Itu Berbahaya, Ingat..!! Jangan Pernah Coba-coba

Saat ini bahaya dan dampak narkoba atau narkotika dan obat-obatan pada kehidupan dan kesehatan pecandu dan keluarganya semakin meresahkan.Bagai dua sisi mata uang narkoba menjadi zat yang bisa memberikan manfaat dan juga merusak kesehatan. Seperti yang sudah diketahui, ada beberapa jenis obat-obatan yang termasuk ke dalam jenis narkoba yang digunakan untuk proses penyembuhan karena efeknya yang bisa menenangkan. Namun jika dipakai dalam dosis yang berlebih, bisa menyebabkan kecanduan. Penyalahgunaan ini mulanya karena si pemakai merasakan efek yang menyenangkan.Dari sinilah muncul keinginan untuk terus menggunakan agar bisa mendapatkan ketenangan yang bersifat halusinasi. Meski dampak narkoba sudah diketahui oleh banyak orang, tetap saja tidak mengurangi jumlah pemakainya.Bahaya narkoba hingga menjadi kecanduan tersebut memang bisa disembuhkan, namun akan lebih baik jika berhenti menggunakannya sesegera mungkin atau tidak memakai sama sekali.

Pengertian Narkoba

Narkotika adalah zat atau obat baik yang bersifat alamiah, sintetis, maupun semi sintetis yang menimbulkan efek penurunan kesadaran, halusinasi, serta daya rangsang.Sementara menurut UU Narkotika pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa narkotika merupakan zat buatan atau pun yang berasal dari tanaman yang memberikan efek halusinasi, menurunnya kesadaran, serta menyebabkan kecanduan.Obat-obatan tersebut dapat menimbulkan kecanduan jika pemakaiannya berlebihan. Pemanfaatan dari zat-zat itu adalah sebagai obat penghilang nyeri serta memberikan ketenangan. Penyalahgunaannya bisa terkena sanksi hukum. Untuk mengetahui apa saja jenis dan bahaya narkoba bagi kesehatan, simak ulasannya berikut ini.

Jenis-jenis Narkoba (Narkotika dan Obat-obatan)

Kandungan yang terdapat pada narkoba tersebut memang bisa memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan jika disalahgunakan. Menurut UU tentang Narkotika, jenisnya dibagi menjadi menjadi 3 golongan berdasarkan pada risiko ketergantungan.

Narkotika Golongan 1

Narkotika golongan 1 seperti ganja, opium, dan tanaman koka sangat berbahaya jika dikonsumsi karena beresiko tinggi menimbulkan efek kecanduan.

Narkotika Golongan 2

Sementara narkotika golongan 2 bisa dimanfaatkan untuk pengobatan asalkan sesuai dengan resep dokter. Jenis dari golongan ini kurang lebih ada 85 jenis, beberapa diantaranya seperti Morfin, Alfaprodina, dan lain-lain. Golongan 2 juga berpotensi tinggi menimbulkan ketergantungan.

Narkotika Golongan 3

Dan yang terakhir, narkotika golongan 3 memiliki risiko ketergantungan yang cukup ringan dan banyak dimanfaatkan untuk pengobatan serta terapi.Seperti yang sudah disebutkan di atas, ada beberapa jenis narkoba yang bisa didapatkan secara alami namun ada juga yang dibuat melalui proses kimia. Jika berdasarkan pada bahan pembuatnya, jenis-jenis narkotika tersebut di antaranya adalah:

Narkotika Jenis Sintetis

Jenis yang satu ini didapatkan dari proses pengolahan yang rumit. Golongan ini sering dimanfaatkan untuk keperluan pengobatan dan juga penelitian. Contoh dari narkotika yang bersifat sintetis seperti Amfetamin, Metadon, Deksamfetamin, dan sebagainya.

Narkotika Jenis Semi Sintetis

Pengolahan menggunakan bahan utama berupa narkotika alami yang kemudian diisolasi dengan cara diekstraksi atau memakai proses lainnya. Contohnya adalah Morfin, Heroin, Kodein, dan lain-lain.

Narkotika Jenis Alami

Ganja dan Koka menjadi contoh dari Narkotika yang bersifat alami dan langsung bisa digunakan melalui proses sederhana. Karena kandungannya yang masih kuat, zat tersebut tidak diperbolehkan untuk dijadikan obat. Bahaya narkoba ini sangat tinggi dan bisa menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan jika disalahgunakan. Salah satu akibat fatalnya adalah kematian.

Bahaya dan Dampak Narkoba pada Hidup dan Kesehatan

Peredaran dan dampak narkoba saat ini sudah sangat meresahkan. Mudahnya mendapat bahan berbahaya tersebut membuat penggunanya semakin meningkat. Tak kenal jenis kelamin dan usia, semua orang berisiko mengalami kecanduan jika sudah mencicipi zat berbahaya ini.Meski ada beberapa jenis yang diperbolehkan dipakai untuk keperluan pengobatan, namun tetap saja harus mendapatkan pengawasan ketat dari dokter. Ada banyak bahaya narkoba bagi hidup dan kesehatan, di antaranya adalah:

Dehidrasi

Penyalahgunaan zat tersebut bisa menyebabkan keseimbangan elektrolit berkurang. Akibatnya badan kekurangan cairan. Jika efek ini terus terjadi, tubuh akan kejang-kejang, muncul halusinasi, perilaku lebih agresif, dan rasa sesak pada bagian dada. Jangka panjang dari dampak dehidrasi ini dapat menyebabkan kerusakan pada otak.

Halusinasi

Halusinasi menjadi salah satu efek yang sering dialami oleh pengguna narkoba seperti ganja. Tidak hanya itu saja, dalam dosis berlebih juga bisa menyebabkan muntah, mual, rasa takut yang berlebih, serta gangguan kecemasan. Apabila pemakaian berlangsung lama, bisa mengakibatkan dampak yang lebih buruk seperti gangguan mental, depresi, serta kecemasan terus-menerus.

Menurunnya Tingkat Kesadaran

Pemakai yang menggunakan obat-obatan tersebut dalam dosis yang berlebih, efeknya justru membuat tubuh terlalu rileks sehingga kesadaran berkurang drastis. Beberapa kasus si pemakai tidur terus dan tidak bangun-bangun. Hilangnya kesadaran tersebut membuat koordinasi tubuh terganggu, sering bingung, dan terjadi perubahan perilaku. Dampak narkoba yang cukup berisiko tinggi adalah hilangnya ingatan sehingga sulit mengenali lingkungan sekitar.

Kematian

Dampak narkoba yang paling buruk terjadi jika si pemakai menggunakan obat-obatan tersebut dalam dosis yang tinggi atau yang dikenal dengan overdosis. Pemakaian sabu-sabu, opium, dan kokain bisa menyebabkan tubuh kejang-kejang dan jika dibiarkan dapat menimbulkan kematian. Inilah akibat fatal yang harus dihadapi jika sampai kecanduan narkotika, nyawa menjadi taruhannya.

Gangguan Kualitas Hidup

Bahaya narkoba bukan hanya berdampak buruk bagi kondisi tubuh, penggunaan obat-obatan tersebut juga bisa mempengaruhi kualitas hidup misalnya susah berkonsentrasi saat bekerja, mengalami masalah keuangan, hingga harus berurusan dengan pihak kepolisian jika terbukti melanggar hukum.Pemakaian zat-zat narkotika hanya diperbolehkan untuk kepentingan medis sesuai dengan pengawasan dokter dan juga untuk keperluan penelitian. Selebihnya, obat-obatan tersebut tidak memberikan dampak positif bagi tubuh. Yang ada, kualitas hidup menjadi terganggu, relasi dengan keluarga kacau, kesehatan menurun, dan yang paling buruk adalah menyebabkan kematian. Karena itu, jangan coba-coba memakai barang berbahaya tersebut karena resikonya sangat tinggi bagi hidup dan kesehatan.Sumber: bnn.go.id


Suara Masyarakat


Benarkah Rehabilitasi di BNN itu GRATIS ? bagaimana identitas saya ? kalu saya datang untuk direhab apakah tidak dipenjara ?

Rehabilitasi di BNN tanpa dipungut BIAYA atau GRATIS, Identitas di RAHASIAKAN, Selagi mau di rehabilitasi tidak di PENJARA... Segeralah datangi kantor BNN untuk di rehabilitasi sebelum berurusan dengan HUKUM..

DATA STATISTIK BNNP BENGKULU

62

Total Kasus Narkoba

122

Total Tersangka Kasus Narkoba

176

Total Pasien Penyalahgunaan

385

Jumlah Penggiat Anti Narkoba

70,388

Jumlah Sebaran Informasi

Tautan Terkait